Monthly Archives: June 2012

Ruang Lingkup Program dan Pembinaan UKS

Standard

A. RUANG LINGKUP PROGRAM UKS

Ruang lingkup UKS adalah ruang lingkup yang tercermin dalam Tiga Program Pokok Usaha Kesehatan Sekolah ( TRIAS UKS ), yaitu sebagai berikut :

1. Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan

  • Meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan untuk senantiasa berperilaku hidup sehat
  • Penanaman perilaku/kebiasaan hidup sehat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar.
  • Pelatihan dan penanaman pola hidup sehat agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan di sekolah :

  • pelayanan kesehatan; termasuk Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja ( PKPR);
  • pemeriksaan penjaringan kesehatan peserta didik;
  • pemeriksaan berkala;
  • pengobatan ringan dan P3K maupun P3P;
  • pencegahan penyakit ( imunisasi; PSN; PHBS; Pendidikan Kecakapan Hidup Sehat atau Life Skills Education );
  • penyuluhan kesehatan dan konseling;
  • Usaha Kesehatan Gigi Sekolah ( UKGS );
  • pencatatan dan pelaporan tentang keadaan penyakit dan status gizi dan hal lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan;
  • rujukan kesehatan ke Puskesmas;
  • pengukuran tingkat kesegaran jasmani.

3. Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat, baik fisik, mental, sosial maupun lingkungan :

  • Pelaksanaan 7K ( kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban, keamanan, kerindangan , kekeluargaan ).
  • Pembinaan dan pemeliharaan kesehatan lingkungan terasuk bebas asap rokok.
  • Pembinaan kerjasama antar masyarakat sekolah ( guru, murid, pegawai sekolah, orang tua murid dan masyarakat sekitar ).

B. RUANG LINGKUP PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN UKS

  1. Pendidikan Kesehatan;
  2. Pelayanan Kesehatan;
  3. Pemeliharaan lingkungan kehidupan sekolah sehat;
  4. Ketenagaan;
  5. Sarana prasarana;
  6. Penelitian dan pengembangan;
  7. managemen/organisasi;
  8. Monitoring dan evaluasi.

Sejarah Perkembangan UKS

Standard
Sejarah perkembangan UKS dimulai pada tahun 1956. Pada tahun ini telah dirintis kerjasama antara Departemen Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Departemen Dalam negeri dalam bentuk Proyek UKS Perkotaan di Jakarta dan UKS Pedesaan di Bekasi .

Selanjutnya pada tahun 1970 dibentuk Panitia Bersama Usaha Kesehatan Sekolah, antara Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang pada tahun 1980 ditingkatkan menjadi Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Kesehatan, tentang pembentukan Kelompok Kerja Usaha Kesehatan Sekolah.

Pada tahun 1982 ditandatangani Piagam Kerjasama antara Direktur Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan dan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama, tentang Pembinaan Kesehatan Anak dan Perguruan Agama Islam.
Untuk lebih memantapkan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah secara terpadu, pada tahun 1984 diterbitkanlah Surat Keputusan Bersama (SKB 4 Menteri antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesi :
  1.  Nomor 0408a/U/1984, Nomor 319/Menkes/SKB/VI/1984, Nomor 60 Tahun 1984 tanggal 3 September 1984, tentang Pokok Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah.
  2. Nomor 0372a/P/1989; Nomor 390a/Menkes/SKB/VI/1989 tanggal 12 Juni 1989 tentang Tim Pembina UKS.
Pada tahun 2003, seiring dengan perubahan system pemerintahan di Indonesia dari sentralisasi menjadi desentralisasi dan perkembangan di bidang pendidikan dan kesehatan, maka dilakukan penyempurnaan SKB 4 Menteri tahun 1984 menjadi:
  1. Nomor: 1/U/SKB; Nomor 1067/Menkes/SKB/VII/2003; Nomor 26 Tahun 2003 tanggal 23 JUli 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan UKS.
  2. Nomor 2/P/SKB/200, nomor 1068/Menkes/SKB/VII/2003; Nomor: MA/230 B/2003; Nomor: 4415-404 Tahun 2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Tim Pembina UKS Pusat.

Sumber : Buku Pedoman Pembinaan dan Pengembangan UKS