Monthly Archives: December 2013

BERSAMA KITA BERANTAS MALARIA

Standard

1. Apa itu penyakit Malaria ?

  • Penyakit Malaria adalah penyakit menular, disebabkan oleh parasit ( plasmodium ) yang ditularkan oleh nyamuk malaria ( anopheles).
  • Penyakit Malaria dapat menyerang semua orang baik laki-laki maupun perempuan, pada semua golongan umur, dari bayi hingga orang dewasa.
  • Kematian karena malaria mempengaruhi tingginya kematian bayi, anak balita dan ibu hamil
  • Malaria dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia.

Di Indonesia, dri 522 kabupaten yang ada,  terdapat 424 kabupaten endemis malaria . Diperkirakan 45% penduduk Indonesia beresiko tertular malaria. Sekitar 15 juta kasus malaria dengan 38.000 kematian setiap tahunnya ( SKRT 2011).

2. Bagaimana penularan Malaria ?

  • Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria ( anopheles)
  • Bila nyamuk anopheles menggigit orang yang sakit malaria, maka parasit akan ikut terhisap bersama darah penderita.
  • Dalam tubuh nyamuk, parasit berkembang biak.
  • Sesudah 7-14 hari apabila nyamuk tersebut menggigit orang sehat, maka parasit akan ditularkan kepada orang sehat tersebut.
  • Di dalam tubuh manusia parasit akan berkembang biak menyerang sel-sel darah merah.
  • Dalam waktu kurang lebih 12 hari, orang tersebut akan sakit malaria.

3. Apa gejala Malaria ?

Gejala Malaria Ringan :

  • demam menggigil secara berkala dan biasanya disertai sakit kepala
  • pucat karena kurang darah
  • kadang-kadang dimulai dengan badan terasa lemah, mual/muntah, tidak nafsu makan
  • gejala spesifik daerah, misalnya pada anak-anak disertai dengan diare.

Gejala Malaria Berat :

  • kejang-kejang
  • kehilangan kesadaran ( mengigau, bicara salah, tidur terus, diam saja, tingkah laku berubah )
  • kuning pada mata
  • panas tinggi
  • kencing warna teh tua
  • nafas cepat
  • muntah terus
  • pingsan sampai koma

4. Bagaimana cara memastikan menderita malaria?

  • untuk memastikan menderita perlu dilakukan pemeriksaan darah di puskesmas, RS dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
  • setelah dinyatakan positif malaria, petugas kesehatan memberikan obat artemisinin combination therapy dengan dosis yang telah ditetapkan.

5. Bagaimana cara pengobatan Malaria?

  • segera berobat setelah penyakit malaria dirasakan.
  • takaran obat yang diberikan :

Hari              Jenis obat                                                       Jumlah tab/hari menurut kel umur

.                            .                                                           1-4 th           5-9 th          10-14 th             15 th

H1        *Dehydro Artemisinin Pepraquin                    1                    2                     3                       4

.           * Primaquin                                                         3/4               1.5                   2                      2 -3

H2        *Dehydro Artemisinin Pepraquin                     1                    2                     3                       4

H3        *Dehydro Artemisinin Pepraquin                      1                    2                     3                       4

  • Obat diminum setelah makan ( perut tidak kosong) sampai habis selama 3 ( tiga)hari sesuai dengan takaran.
  • apabila obat sudah diminum sampai habis, tetapi masih belum sembuh, agar segera datang kembali ke puskesmas.

6. Apa akibat penyakit Malaria?

a. Penderita mengalami kekurangan darah ( anemia) karena sel darah merah hancur dirusak oleh parasit dan berakibat :

  • daya tahan tubuh menurun hingga mudah terkena infeksi penyakit lain.
  • daya kerja kurang
  • pertumbuhan otak pada anak-anak terhambat terutama pada masa dalam kandungan sampai usia balita.
  • anak sekolah sering tidak masuk dan sulit untuk menangkap pelajaran.

b. Pada Ibu Hamil dapat menyebabkan :

  • bayi lahir mati
  • bayi lahir dengan berat badan rendah
  • bayi anemia
  • ibu hamil meninggal

c. Pembuluh darah otak tersumbat menyebabkan :

  • kejang-kejang
  • kehilangan kesadaran
  • pingsan sampai koma
  • menjadi hilang ingatan
  • meninggal bila tidak segera diobati

7. Bagaimana mencegah Malaria ?

a. Menghindari gigitan nyamuk.

  • tidur memakai kelambu anti nyamuk yg tahan sampai 2-5 tahun, yg dapat dicuci sampai 20 kali.
  • pakai obat anti nyamuk
  • pakai obat oles anti nyamuk
  • pasang kawa kasa di setiap ventilasi
  • menjauhkan kandang ternak dari rumah
  • jangan berada di luar rumah pada malam hari
  • apabila keluar rumah sebaiknya memakai pakaian yang tertutup ( menggunakan baju lengan panjang ) atau memakai obat anti nyamuk oles ( repelen )

b. Pengobatan pencegahan.

  • 2 hari sebelum berangkat ke daerah malaria minum obat doksisiklin 1 x 1 kapsul/hari sampai 2 minggu setelah keluar dari lokasi tersebut.

c. Membersihkan Lingkungan

  • membersihkan lingkungan
  • menimbun genangan air
  • membersihkan lumut
  • mengalirkan air yang tergenang

d. Menebarkan ikan pemakan jentik

  • menekan kepadatan nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik : kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll.

7(Tujuh) pesan pokok 

  1. Panas, menggigil dan sakit kepala adalah tanda-tanda Malaria, segera periksanakan diri ke Puskesmas.
  2. Minumlah obat yang diberikan oleh dokter sampai habis, walaupun sudah merasa sembuh agar penyakitnya tidak kambuh.
  3. Bila obat sudah habis tetapi belum sembuh, segera ke puskesmas untuk berobat lagi.
  4. Nyamuk yang menularkan malaria adalah nyamuk Anopheles, menggigit di malam hari, bila hinggap atau menggigit posisi tubuhnya menungging.
  5. Pakailah celana panjang dan baju lengan panjang saat berada di luar rumah pada malam hari agar tidak digigit nyamuk.
  6. Keringkan atau alirkan genangan air di sekitar rumah agar tidak menjadi sarang nyamuk.
  7. Pasanglah kasa nyamuk pada ventilasi rumah agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah
Advertisements

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL ( JKN )

Standard

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN)

  • MULTI MANFAAT UNTUK SEMUA

    Jangan mau menjadi sadikin, sakit sedikit, langsung miskin. Karena mereka tak punya biaya berobat, apalagi berbiaya besar dari tindakan operasi. Sungguh memberatkan…!. Padahal, semua Warga Indonesia dapat terhindar dari musibah ini. Nah mau tahu caranya ?

    Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mempunyai multi manfaat, secara medis dan maupun non medis. Ia mempunyai manfaat secara komprehensive; yakni pelayanan yang diberikan bersifat paripurna mulai dari preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Seluruh pelayanan tersebut tidak dipengaruhi oleh besarnya biaya iuran bagi peserta. Promotif dan preventif yang diberikan bagi upaya kesehatan perorangan (personal care).

    JKN menjangkau semua penduduk, artinya seluruh penduduk, termasuk warga asing harus membayar iuran dengan prosentase atau nominal tertentu, kecuali bagi masyarakat miskin dan tidak mampu, iurannya dibayar oleh pemerintah. Peserta yang terakhir ini disebut sebagai penerima bantuan iuran. Harapannya semua penduduk Indonesia sudah menjadi peserta JKN pada tahun 2019.

    JKN akan dimulai per 1 Januari 2014. Jaminan kesehatan ini merupakan bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. JKN yang dikembangkan di Indonesia merupakan bagian dari sistem jaminan sosial nasional yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory). Hal ini berdasarkan Undang-Undang No.40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak.

  • MANFAAT JKN

    Ada 2 (dua) manfaat Jaminan Kesehatan, yakni berupa pelayanan kesehatan dan Manfaat non medis meliputi akomodasi dan ambulans. Ambulans hanya diberikan untuk pasien rujukan dari Fasilitas Kesehatan dengan kondisi tertentu yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan.

    Paket manfaat yang diterima dalam program JKN ini adalah komprehensive sesuai kebutuhan medis. Dengan demikian pelayanan yang diberikan bersifat paripurna (preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif) tidak dipengaruhi oleh besarnya biaya premi bagi peserta. Promotif dan preventif yang diberikan dalam konteks upaya kesehatan perorangan (personal care).

    Meskipun manfaat yang dijamin dalam JKN bersifat komprehensif namun masih ada yang dibatasi, yaitu kaca mata, alat bantu dengar (hearing aid), alat bantu gerak (tongkat penyangga, kursi roda dan korset). Sedangkan yang tidak dijamin meliputi:

    • Tidak sesuai prosedur
    • Pelayanan diluar Faskes Yg bekerjasama dng BPJS
    • Pelayanan bertujuan kosmetik
    • General check up, pengobatan alternatif
    • Pengobatan untuk mendapatkan keturunan, Pengobatan Impotensi
    • Pelayanan Kesehatan Pada Saat Bencana
    • Pasien Bunuh Diri /Penyakit Yg Timbul Akibat Kesengajaan Untuk Menyiksa Diri Sendiri/ Bunuh Diri/Narkoba

PRINSIP JKN

Jaminan Kesehatan Nasional mengacu pada prinsip asuransi sosial sesuai dengan amanat UU SJSN, yaitu; Nirlaba, wajib membayar iuran, gotong royong, portabilitas, equalitas dan transparan akuntabel, effektif effisien serta dana yang dikelola sepenuhnya digunakan untuk manfaat sebesar-besarnya bagi peserta JKN.

Kepesertaan bersifat wajib, artinya semua penduduk termasuk warga negara asing yang bekerja dan tinggal lebih dari 6 (enam) bulan harus ikut menjadi peserta JKN. Seluruh peserta harus membayar iuran dengan prosentase atau nominal tertentu, kecuali bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Mereka iurannya dibayar oleh pemerintah. Peserta yang terakhir ini disebut sebagai penerima bantuan iuran (PBI). Perubahan data PBI akan di upadte setiap 6 (enam) bulan sekali.

Untuk menjadi peserta JKN, masyarakat dapat mendaftarkan diri melalui pemberi kerja dan pekerjanya kepada Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) atau PT Askes terdekat. Sedangkan bagi peserta PBI, pendaftaran peserta dilakukan oleh pemerintah.

JKN di Indonesia, penerapannya melalui mekanisme asuransi sosial dengan prinsip kendali biaya dan mutu. Yakni integrasinya pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya yang terkendali. Keuntungan memiliki asuransi kesehatan sosial selain premi yang terjangkau dengan manfaat komprehensif, kepastian pembiayaan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan (sustainabilitas) dan dapat dilayani di seluruh wilayah Indonesia ( portabilitas).

Untuk mengetahui lebih dalam dapat menampilkan / mengunduh file berikut :

bukupegangan_sosialisasi jkn

SUMBER :

Puskesmas Ramah Anak

Standard

Puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Administrasi Jakarta Timur, baik Puskesmas Kecamatan maupun Puskesmas Kelurahan  secara bertahap akan diupayakan menjadi puskesmas ramah anak, yang memberikan pelayanan kepada anak secara ramah, lengkap dan terpadu. Upaya menjadikan seluruh Puskesmas menjadi Puskesmas ramah anak tersebut, selain untuk memberikan pelayanan yang memadai kepada anak-anak, juga dalam rangka mendukung Kota Administrasi Jakarta TImur sebagai kota layak anak.

Pada dasarnya, untuk menjadikan Puskesmas ramah anak itu harus ditunjang oleh dua hal, yaitu SDM serta sarana prasarana lengkap dan memadai untuk melayani anak. Terutama untuk penyediaan sarana prasarana yang lengkap dan memadai tersebut, perlu dukungan pemerintah dan semua pihak untuk mewujudkannya.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Indikator Kabupaten / Kota Layak Anak, pada pasal 10 terdapat indikator KLA untuk klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan , yaitu :

  1. Angka Kematian Bayi
  2. Prevalensi kekurangan gizi pada balita
  3. Persentase Air Susu Ibu ( ASI ) Eksklusif
  4. Jumlah Pojok ASI
  5. Persentase Imunisasi dasar lengkap
  6. Jumlah lembaga yang memberikan pelayanan kesehatan reproduksi dan mental.
  7. Jumlah anak dari keluarga miskin yang memperoleh akses peningkatan kesejahteraan
  8. Persentase rumah tangga dengan akses air bersih
  9. Tersedia kawasan tanpa rokok.

Dalam menjadikan Puskesmas di Kota Administrasi Jakarta Timur menjadi Puskesmas ramah anak, maka seluruh Puskesmas  di Kota Admnistrasi Jakarta Timur mulai berbenah diri. Ada beberapa kegiatan  yang sudah dilakukan Puskesmas sejak beberapa tahun terakhir untuk mencapai indikator KLA  yaitu adanya  poli MTBS ( Manajemen Terpadu Balita Sakit ) yaitu poli khusus anak usia 2 bulan sampai 5 tahun. Pembentukan dan pelaksanaan Kelompok Pendukung Ibu ( KP IBU ) untuk meningkatkan ASI Eksklusif, Pembukaan Therapeutic Feeding Centre ( TFC ) di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Puskesmas Kecamatan Ps Rebo dan Puskesmas Kecamatan Ciracas. TFC adalah salah satu pelayanan kesehatan untuk mendukung penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita.  Selain itu secara bertahap mulai membuat Ruang menyusui dan ruang / pojok bermain anak yang dilengkapi dengan perpustakaan untuk anak-anak.

Sesuai dengan Permenkes No 15 Tahun 2013 tentang tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan / atau Memerah Air Susu Ibu, maka persyaratan kesehatan Ruang Asi ( pasal 10 ) adalah sbb :

  1. Tersedianya ruang khusus dengan ukuran minimal 3×4 m2 dan/atau disesuaikan dengan jumlah pekerja perempuan yang sedang menyusui.
  2. Ada pintu yang dapat dikunci, yang mudah dibuka / ditutup.
  3. Lantai keramik/semen/karpet.
  4. Memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang cukup.
  5. Bebas potensi bahaya di tempat kerja termasuk bebas polusi.
  6. Lingkungan cukup tenang jauh dari kebisingan.
  7. Penerangan dalam ruangan cukup dan tidak menyilaukan.
  8. Kelembapan berkisar antara 30-50% maksimum 60%
  9. Tersedia wastafel dengan air mengalir untuk cuci tangan dan mencuci peralatan.

Selain persyaratan tempat diatas,  juga ada persyaratan peralatan yang harus ada di Ruang menyusui ( Pasal 11)  yaitu :

a. Peralatan Menyimpan ASI

  1. Lemari pendingin ( refrigerator ) untuk menyimpan ASI
  2. Gel pendingin ( ice pack )
  3. Tas untuk membawa ASI perahan ( cooler bag )
  4. Sterilizer botol ASI

b. Peralatan Pendukung

  1. meja tulis
  2. kursi dengan sandaran untuk ibu memerah susu
  3. konseling menyusui kit
  4. media KIE tentang ASI dan IMD
  5. Lemari penyimpan Alat
  6. Dispenser dingin dan panas
  7. Alat Cuci botol
  8. Tempat sampah dan penutup
  9. Penyejuk ruangan ( AC / kipas angin )
  10. Nursing Apron / kain pembatas / pakai krey untuk memerah ASI
  11. Waslap untuk kompres payudara
  12. Tisu / lap tangan
  13. Bantal untuk menopang saat menyusui

Permenkes-No.-15-th-2013-ttg-Fasilitas-Khusus-Menyusui-dan-Memerah-ASI

Hore……. Jakarta Timur mendapat Juara Umum dalam LSS tk Provinsi Tahun 2013 !!!!

Standard

Tanggal 29 November yang lalu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh sekolah-sekolah yang telah mengikuti Lomba Sekolah Sehat ( LSS) tingkat Provinsi.

Setelah bersaing ketat di tingkat provinsi, akhirnya SMPN 193 Kec Cakung dan SMAN 54 Kec Jatinegara  meraih Juara 1  Tingkat SLTP dan SLTA  dan berhak mewakili Provinsi DKI Jakarta dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional tahun 2014.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama selaku Ketua Tim Pembina UKS Provinsi DKI Jakarta, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dan arahan serta menyerahkan penghargaan kepada pemenang Lomba Sekolah Sehat di Balai Agung, Balai Kota Jakarta.
Beliau menyampaikan bahwa Lomba  Sekolah Sehat sengaja digelar untuk memacu semangat peserta didik untuk memulai dan membiasakan budaya hidup sehat.

Kota Administrasi Jakarta Timur juga mendapat Juara 2 untuk Tingkat SD yaitu diraih oleh SDN 09 kayu putih Kec Pulogadung. Untuk Tingkat TK, Juara Timur mendapat peringkat Harapan I yaitu untuk TK Wilimas Panen.

Pengumuman Pemenang Oleh Kepala Biro Kesos Provinsi DKI Jakarta

IMG-20131129-00937

Arahan dari Pak Wagub provinsi DKI Jakarta

IMG-20131129-00938

SMPN 193 Kec Cakung : Juara 1 LSS  tingkat SLTP

IMG-20131129-00940

SMAN 54 Kec Jatinegara : Juara 1 LSS tkt SLTA

IMG-20131129-00941

SDN 09 Kayu PUtih Kec Pulogadung : Juara 2 LSS tkt SD

IMG-20131129-00944

Dalam acara tersebut, peserta juga dihibur oleh Paduan Suara dari SMPN 115 Jakarta Selatan, yang menyanyikan lagu MARS UKS.

IMG-20131129-00936