Category Archives: Artikel Kesehatan

BERSAMA KITA BERANTAS MALARIA

Standard

1. Apa itu penyakit Malaria ?

  • Penyakit Malaria adalah penyakit menular, disebabkan oleh parasit ( plasmodium ) yang ditularkan oleh nyamuk malaria ( anopheles).
  • Penyakit Malaria dapat menyerang semua orang baik laki-laki maupun perempuan, pada semua golongan umur, dari bayi hingga orang dewasa.
  • Kematian karena malaria mempengaruhi tingginya kematian bayi, anak balita dan ibu hamil
  • Malaria dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia.

Di Indonesia, dri 522 kabupaten yang ada,  terdapat 424 kabupaten endemis malaria . Diperkirakan 45% penduduk Indonesia beresiko tertular malaria. Sekitar 15 juta kasus malaria dengan 38.000 kematian setiap tahunnya ( SKRT 2011).

2. Bagaimana penularan Malaria ?

  • Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria ( anopheles)
  • Bila nyamuk anopheles menggigit orang yang sakit malaria, maka parasit akan ikut terhisap bersama darah penderita.
  • Dalam tubuh nyamuk, parasit berkembang biak.
  • Sesudah 7-14 hari apabila nyamuk tersebut menggigit orang sehat, maka parasit akan ditularkan kepada orang sehat tersebut.
  • Di dalam tubuh manusia parasit akan berkembang biak menyerang sel-sel darah merah.
  • Dalam waktu kurang lebih 12 hari, orang tersebut akan sakit malaria.

3. Apa gejala Malaria ?

Gejala Malaria Ringan :

  • demam menggigil secara berkala dan biasanya disertai sakit kepala
  • pucat karena kurang darah
  • kadang-kadang dimulai dengan badan terasa lemah, mual/muntah, tidak nafsu makan
  • gejala spesifik daerah, misalnya pada anak-anak disertai dengan diare.

Gejala Malaria Berat :

  • kejang-kejang
  • kehilangan kesadaran ( mengigau, bicara salah, tidur terus, diam saja, tingkah laku berubah )
  • kuning pada mata
  • panas tinggi
  • kencing warna teh tua
  • nafas cepat
  • muntah terus
  • pingsan sampai koma

4. Bagaimana cara memastikan menderita malaria?

  • untuk memastikan menderita perlu dilakukan pemeriksaan darah di puskesmas, RS dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
  • setelah dinyatakan positif malaria, petugas kesehatan memberikan obat artemisinin combination therapy dengan dosis yang telah ditetapkan.

5. Bagaimana cara pengobatan Malaria?

  • segera berobat setelah penyakit malaria dirasakan.
  • takaran obat yang diberikan :

Hari              Jenis obat                                                       Jumlah tab/hari menurut kel umur

.                            .                                                           1-4 th           5-9 th          10-14 th             15 th

H1        *Dehydro Artemisinin Pepraquin                    1                    2                     3                       4

.           * Primaquin                                                         3/4               1.5                   2                      2 -3

H2        *Dehydro Artemisinin Pepraquin                     1                    2                     3                       4

H3        *Dehydro Artemisinin Pepraquin                      1                    2                     3                       4

  • Obat diminum setelah makan ( perut tidak kosong) sampai habis selama 3 ( tiga)hari sesuai dengan takaran.
  • apabila obat sudah diminum sampai habis, tetapi masih belum sembuh, agar segera datang kembali ke puskesmas.

6. Apa akibat penyakit Malaria?

a. Penderita mengalami kekurangan darah ( anemia) karena sel darah merah hancur dirusak oleh parasit dan berakibat :

  • daya tahan tubuh menurun hingga mudah terkena infeksi penyakit lain.
  • daya kerja kurang
  • pertumbuhan otak pada anak-anak terhambat terutama pada masa dalam kandungan sampai usia balita.
  • anak sekolah sering tidak masuk dan sulit untuk menangkap pelajaran.

b. Pada Ibu Hamil dapat menyebabkan :

  • bayi lahir mati
  • bayi lahir dengan berat badan rendah
  • bayi anemia
  • ibu hamil meninggal

c. Pembuluh darah otak tersumbat menyebabkan :

  • kejang-kejang
  • kehilangan kesadaran
  • pingsan sampai koma
  • menjadi hilang ingatan
  • meninggal bila tidak segera diobati

7. Bagaimana mencegah Malaria ?

a. Menghindari gigitan nyamuk.

  • tidur memakai kelambu anti nyamuk yg tahan sampai 2-5 tahun, yg dapat dicuci sampai 20 kali.
  • pakai obat anti nyamuk
  • pakai obat oles anti nyamuk
  • pasang kawa kasa di setiap ventilasi
  • menjauhkan kandang ternak dari rumah
  • jangan berada di luar rumah pada malam hari
  • apabila keluar rumah sebaiknya memakai pakaian yang tertutup ( menggunakan baju lengan panjang ) atau memakai obat anti nyamuk oles ( repelen )

b. Pengobatan pencegahan.

  • 2 hari sebelum berangkat ke daerah malaria minum obat doksisiklin 1 x 1 kapsul/hari sampai 2 minggu setelah keluar dari lokasi tersebut.

c. Membersihkan Lingkungan

  • membersihkan lingkungan
  • menimbun genangan air
  • membersihkan lumut
  • mengalirkan air yang tergenang

d. Menebarkan ikan pemakan jentik

  • menekan kepadatan nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik : kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll.

7(Tujuh) pesan pokok 

  1. Panas, menggigil dan sakit kepala adalah tanda-tanda Malaria, segera periksanakan diri ke Puskesmas.
  2. Minumlah obat yang diberikan oleh dokter sampai habis, walaupun sudah merasa sembuh agar penyakitnya tidak kambuh.
  3. Bila obat sudah habis tetapi belum sembuh, segera ke puskesmas untuk berobat lagi.
  4. Nyamuk yang menularkan malaria adalah nyamuk Anopheles, menggigit di malam hari, bila hinggap atau menggigit posisi tubuhnya menungging.
  5. Pakailah celana panjang dan baju lengan panjang saat berada di luar rumah pada malam hari agar tidak digigit nyamuk.
  6. Keringkan atau alirkan genangan air di sekitar rumah agar tidak menjadi sarang nyamuk.
  7. Pasanglah kasa nyamuk pada ventilasi rumah agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah
Advertisements

Manajemen Terpadu Balita Sakit ( MTBS )

Standard

LATAR BELAKANG

  • Berdasarkan beberapa hasil penelitian, disebutkan bahwa di negara berkembang setiap tahun terjadi 12 juta kematian anak bawah lima tahun. 
  • Hampir 70 % penyebab kematian tersebut disebabkan oleh lima penyakit yaitu pneumonia, diare, malaria, campak, dan masalah gizi buruk.

STRATEGI MTBS

  • Meningkatkan ketrampilan petugas kesehatan dalam tatalaksana kasus
  • Memperbaiki dan meningkatkan dukungan sistem kesehatan
  • Meningkatkan kemampuan  keluarga & masyarakat dalam home care dan care seeking

Manajemen Terpadu Balita Sakit  ( MTBS ) adalah manajemen untuk menangani balita sakit yang bersifat terpadu yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan ( Depkes, 2000).

Terpadu berarti mencari dan mengobati dengan dipandu buku bagan MTBS untuk beberapa penyakit yang menyebabkan kematian bayi dan balita seperti pneumonia, diare, malaria, campak, gizi buruk dan masalah lainnya ke dalam satu episode pemeriksaan. Dimulai dari penilaian berupa pemeriksaan gejala dan tanda-tanda yang muncul, pembuatan klasifikasi, pemberian tindakan dan kemudian diakhiri dengan melakukan konseling.

INTERVENSI MTBS

  1. Kuratif
  2. Preventif
  3. Promotif

PROGRAM YANG TERLIBAT :

  • Gizi / nutrisi
  • Imunisasi
  • Pencegahan penyakit
  • Promosi tumbuh kembang
  • Tatalaksana kasus
  • Kesehatan Ibu

INDIKATOR MTBS
Menurut WHO dan UNICEF (1999), terdapat beberapa indikator pelaksanaan MTBS, antara lain indikator ketrampilan petugas, dukungan manajemen, dan indikator tingkat kepuasan pengantar terhadap pelayanan yang diberikan.

Indikator ketrampilan petugas, terdiri dari :

kemampuan untuk menilai empat tanda bahaya, pemeriksaan batuk, diare, dan demam, pemeriksaan berat badan dibandingkan dengan KMS, pemeriksaaan status imunisasi, menanyakan kepada pengantar terkait pemberian ASI dan makanan tambahan, memberikan terapi yang benar. Juga parameter konseling yang meliputi penentuan waktu merujuk, pemberian terapi antibiotika oral yang diresepkan secara benar, pemberian nasehat untuk memberi cairan tambahan dan meneruskan memberi makan, pemberian imunisasi yang dibutuhkan sebelum meninggalkan tempat pelayanan, dan pemberian pemahaman kepada pengantar tentang cara memberikan obat kepada anak sesuai petunjuk yang diberikan petugas.

Indikator adanya dukungan sistem kesehatan antara lain meliputi :

aspek supervisi dan observasi penanganan kasus dalam enam bulan terakhir, aspek ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan meliputi ketersediaan obat-obatan esensial, kecukupan obat injeksi dalam pertolongan sebelum dirujuk, kecukupan peralatan dan jenis vaksin yang dibutuhkan, serta aspek cakupan pelatihan MTBS.

Indikator kepuasan ibu balita atau pendampingnya, meliputi :

indikator gizi terkait pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan, aspek pemberian  imunisasi campak. Sementara untuk perawatan di rumah pada anak yang sakit mendapatkan cairan yang lebih banyak dan melanjutkan pemberian makanan. Juga memastikan bahwa pembawa balita sakit harus mengetahui, minimal dua tanda kapan harus kembali segera membawa anaknya ke pelayanan kesehatan.

Referensi:
•    Depkes RI. (2000) Pedoman Manajemen Terpadu Balita Sakit.

 

 

15 Masalah Kesehatan Akibat Merokok Yang Jarang Dipublikasikan

Standard

tubuh-perokokBerdasarkan penelitian banyak dampak kesehatan yang diakibatkan oleh rokok. berikut efek samping akibat rokok yang jarang dipublikasikan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

 1. RAMBUT RONTOK. Rokok memperlemah sistem kekebalan, sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit seperti lupus erythematosus yang menyebabkan rambut rontok, sariawan mulut, dan erupsi cutan (bintik merah) diwajah, kulit kepala dan tangan.

 2. KATARAK. Merokok dipercaya dapat memperburuk kondisi mata. Katarak, yaitu memutihnya lensa mata yang menghalangi masuknya cahaya yang dapat menyebabkan kebuataan, 40% terjadi pada perokok. Rokok dapat menyebabkan katarak dengan cara mengiritasi mata dengan terlepasnya zat-zat kimia di paru-paru yang oleh aliran darah dibawa sampai kemata.

 3. KULIT KERIPUT. Merokok dapat menyebabkan menuaan dini pada kulit karena rusaknya protein yang berguna untuk menjaga elastisitas kulit, terkikisnya vitamin A, dan terhambatnya aliran darah. Kulit perokok menjadi kering dan keriput terutama didaerah bibir dan mata.

 

4. KANKER KULIT. Merokok tidak menyebabkan melonoma, tetapi merokok dapat menyebabkan meningkatkan kemungkinan kematian akibat penyakit tersebut. Ditengarai bahwa perokok berisiko menderita cutaneus squamus cell kanker, sejenis kanker yang meninggalkan bercak pada kulit.

 5. HILANGNYA PENDENGARAN. Karena tembakau menyebabkan timbulnya endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menghambat laju aliran darah ke dalam telinga bagian dalam. Perokok dapat kehilangan lebih awal daripada orang yang tidak merokok atau lebih mudah kelihangan pendengaran karena infeksi pendengaran.

 6. OSTEOPOROSIS. Ada karbon monoksida, yaitu zat kimia beracun yang banyak terdapat pada gas buang mobil dan asap rokok lebih mudah terikat dalam darah dari oksigen, sehingga kemampuan udara untuk mengangkat oksigen turun 15% pada perokok, akibatnya tulang orang yang merokok kehilangan densitasnya menjadi lebih mudah patah/retak dan penyembuhannya 80% lebih lama.

 7. KARIES. Rokok mempengaruhi keseimbangan kimiawi dalam mulut, membentuk plak yang berlebihan, membuat gigi menjadi kuning, dan terjadi karies.

 8. EMPHYSEMA. Emphysema yaitu pelebaran dan rusaknya kantung udara oada paru yang menurunkan kapasitas paru-paru untuk menghisap oksigen dan melepaskan CO2.

 9. PENYAKIT JANTUNG. Satu diantara 3 kematian di dunia diakibatkan penyakit kardiovaskuler. pemakaian tembakau adalah salah satu faktor risiko terbesar untuk penyakit ini. Rokok menyebabkan denyut jantung lebih cepat, menaikkan risiko hipertensi dan penyumbatan arteri dan akhirnya menyebabkan serangan jantung atau stroke.

 10. KANKER. Asap rokok mengandung 40 macam zat karsinogen. Kemungkinan timbulnya kanker paru pada perokok 22 kali lebih besar; lidah, mulut, kelenjer ludah, dan pharynx 6-7 kali lebih besark; kanker kerongkongan 12 kali lebih besar, oesophagus 8-10 kali lebih besar (WHO, 2002).

 11. DISKLORI JARI-JARI. Tar yang terdapat pada asap rokok terakumulasi pada jari-jari dan kuku yang meninggalkan warna kuning dan kecoklatan.

 12. TUKAK LAMBUNG. Konsumsi tembakau menurunkan resistensi terhadap bakteri yang menyebabkan tukak lambung, juga meminimalisasi kemampuan lambung untuk menetralkan asam lambung setelah makan sehingga akan menggerogoti dinding lambung. Tukak lambung pada perokok lebih sulit disembuhkan.

 13. KANKER UTERUS. Merokok dapat meningkatkan risiko kaker servik dan uterus. kanker ini bisa disebabkan oleh nikotin yang ada dalam darah. Mengapa? Karena asap rokok yang masuk ke dalam tubuh akan segera menyebar ke seluruh tubuh. Zat nikotin yang ada dalam asap rokok tersebut akan memicu pertumbuhan sel tidak normal yang kemudian menjadi biang munculnya sel kanker mulut rahim.

 14. PSORIASIS. Berkembangnya psosiasis/inflamasi noncotageous pada kulit yang menyisakan bercak merah berair dan gatal 2-3 kali lebih besar terjadi pada perokok.

 15. PENYAKIT BEURGER. Penyakit yang juga dikenal dengan throaboanginosis obliteran ini adalah terjadinya inflamasi pada arteri vena dan syaraf utama kaki yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah dan bila dibiarkan tanpa perawatan akan mengarah kepada gangren (matinya sel tubuh) sehingga pasien perlu diamputasi.